Selasa, 14 Juni 2016
SEJARAH DAN ASAL USUL KETURUNAN DI DESA LABUHAN KECAMATAN BATANG ALAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
SEJARAH
DAN ASAL USUL KETURUNAN DI DESA LABUHAN KECAMATAN BATANG ALAI SELATAN KABUPATEN
HULU SUNGAI TENGAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Oleh: Alpi Siswanto,S.Pd.H
Menurut
penuturan tokoh-tokoh yang ada di Desa Labuhan, pada zaman dahulu ada seorang
tokoh Dayak yang bernama Datu Mangintir. Mereka berasal dari Desa Rangkup,
pekerjaanya sebagai seorang petani dan pemburu binatang. Pada suatu hari Datu Mangitir
berburu bersama anjing kesayangannya. Setelah pergi agak jauh dari rumah,
beliau menemukan seekor binatang buruan yang kemudian di kejar oleh anjing
kesayangan tersebut. Namun binatang buruan itu sulit untuk ditangkap dan
akhirnya membutuhkan waktu yang sangat lama serta jarak dalam perjalanan yang
cukup jauh. Setelah melewati beberapa hutan belantara, tertangkaplah binatang
buruan itu, karena kelelahan Datu Mangintir tidak langsung pulang kerumah, namun
beristirahat terlebih dahulu.
Dalam
peristirahatan Datu Mangintir sambil memperhatikan daerah yang ada disekitarnya
yang berupa baruh (rawa) dan banyak
di tumbuhi tanaman Bangkal, sehingga
daerah itu diberi nama Baruh Bangkal. di
Baruh (rawa) tersebut beliau melihat
ada seekor ikan Haruan (Ikan Gabus)
yang kepalanya sudah ditumbuhi lumut. Menurut kepercayaan mereka, apabila
banyak terdapat pohon Bangkal dan
Ikan Haruan (ikan gabus) bahkan sampai
berlumut itu menandakan, daerah yang baik untuk tempat tinggal dan punya
potensi sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Setelah pulang beliau
menceritakan tentang daerah itu kepada keluarganya dan mengutarakan keinginanya
untuk pindah daerah yang baru yang ditemui itu. Setelah lama beliau menempati
daerah tersebut dan melahirkan beberapa generasi secara turun-temurun yang
akhirnya tempat itu menjadi terkenal dan mulai dimasuki oleh budaya luar.
Pada
jayanya kerajaan Banjar yaitu seorang pemimpin dari seluruh daerah yang ada
didaerah Kalimantan Selatan, Baruh Bangkal termasuk daerah yang diwajibkan
untuk membayar upeti (pajak). Upeti
(pajak) yang diharuskan berupa hasil pertanian dan hasil perkebunan dari
penduduk. Upeti dibayar setahun sekali kepada kerajaan Banjar.
Pada masa itu alat transfortasi darat, belum ada, sehingga untuk mengirim
barang kekerajaan adalah melalui sungai dan menggunakan alat transfortasi yang
berupa Lanting (Rakit) yang terbuat
dari pohon baru.
Sebelum
barang Upeti dari berbagai daerah itu
dikirimkan, terlebih dahulu dikumpulkan didaerah Baruh Bangkal yang kemudian di
labuh dan di kirim melalui sungai yang ada didaerah Baruh Bangkal, sehingga
daerah itu sering disebut sebagai pelabuhan dan banyak orang menyebut dearah
itu sebagai Labuhan yang akhirnya eksis sampai sekarang berubah menjadi nama
Desa Labuhan.
v Asal
Usul Keturunan Dayak Labuhan
Suku Dayak Labuhan berasal dari Balian Cuur (nama
seorang balian). Balian tersebut dianggap
sangat suci karena tidak mau mengerjakan hal-hal dilarang oleh nenek moyangnya,
seperti mencuri, berjudi dan sebagainya. Ada beberapa keturunan Balian Cuur yang
hidup pada masyarakat Desa Labuhan sebagai berikut:
1.
Mangku Karata
2.
Mangintir
3.
Pantinggi Anom
4.
Bangsi
5.
Gumara
6.
Pandani
7.
Rado
8.
Datu Anggarah
9.
Maharata
10.
Candau
11.
Kundai
12.
Surajaya
13.
Mahajaya Karti
14.
Singajaya
15.
Singa Gati
16.
Singa
17.
Raksa Jaya
18.
Raksa
19.
Tumanggung
20.
Aqam
21.
Hayat
22.
Ahmad
23.
Mahlan
24.
Kamrani
25.
Suriansyah
26.
Norifansyah
27.
Iduh
28.
Suan
Dari
dua puluh delapan silsilah keturunan Dayak Labuhan tersebut, dari nomor 1-19
adalah nama gelar karena kedudukan kepemimpinanya, sedangkan dari nomor 20-28
adalah nama orangnya yang menjadi pemimpin kepala adat dan kepala Desa yang
dipilih rakyat. Mangku Karata berasal dari Desa Pembakulan, mereka di angkat
menjadi pemimpin Desa Labuhan setelah Beliau berhasil mengusir pemberontak yang
tidak dikenal asal usulnya. Pada masa itu penduduk Labuhan sedang gelisah dan
dilanda kekacauan, karena daerahnya selalu didatangi oleh pemberontak, yang
setiap saat dating untuk memberontak hasil hutan, seperti kayu Ulin, Rotan dan
sebagainya yang ada di Desa Labuhan.
Merasa
tidak mampu untuk mengatasinya akhirnya penduduk Labuhan bermusyawarah untuk
mencari cara bagaimana mengatasi para pemberontak tersebut setelah bermusyawarah
akhirnya ada salah satu diantara penduduk yang berbicara dan menyampaikan
tentang mimpinya bahwa untuk mengatasi pemasalahan itu perlu minta bantuan
seseorang yang ada didesa pembakulan. Akhirnya pada saat itu juga mereka
mencari orang tersebut dengan maksud untuk meminta bantuan. Setelah sampai di
tempat tujuan mereka langsung menyampaikan maksud kedatanganya yang akhirnya Mangku
Karata setuju untuk membantu mereka. Sebelum Mangku Karata berangkat, ayahnya
menyarankan agar membawa gegaman (senjata sakti) berupa tombak dan terbuat dari
emas yang terletak di Gunung Hauk. Ayah Mangku Karata bersedia untuk
mengembalikan senjata tersebut, namun dengan jarak yang sangat jauh dan dengan
perjalananya hanya berjalan kaki, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
Tidak sabar menunggu akhirnya Mangku Karata bersama rombonganya berangkat dan
hanya dengan membawa sebilah pisau Bahulu
Hiras (bergangang senyawa). Ketika di
tengah perjalanan mereka bertemu dengan para pemberontak yang sedang membawa
hasil hutan di Desa Labuhan, kemudian Mangku Karata menegurnya agar hasil hutan
itu tidak dibawa dan dikembalikan kepemiliknya.
Namun
para pemberontak menolak dan tetap
membawa hasil rampasan itu dan berlabuh
melalui sepanjang sungai yaitu dengan menggunakan alat transfortasi berupa lanting (rakit) yang terbuat dari
pohon bambu. Akhirnya Mangku Karata tidak sabar dengan menggunakan tenaga
dalamnya, Beliau memberhentikan perjalanan para pemberontak dan mengembalikan rakit itu kembali dengan
melawan arus sungai. Melihat kejadian itu para pemberontak ketakutan dan pergi
sehingga sampai sekarang tidak ada lagi yang berani merampas atau memberontak
di Desa Labuhan.
Karena itulah mangku Karata akhirnya diangkat
sebagai pemimpin di Desa Labuhan, meskipun beliau bukan merupakan penduduk
aslinya, dan akhirnya setelah wafat, Beliau gaib ke Gunung Pahiyangan ,dan
sebelumnya Beliau berpesan kepada keturunanya bahwa apabila membutuhkan atau
minta bantuan cukup memanggil namanya saja, maka beliau akan membantu, sehingga
masyarakat Dayak Meratus di Desa Labuhan masih percaya dengan kekuatan Beliau
dan apabila masyarakat Dayak Meratus di Desa Labuhan berada dalam kesusahan
atau pemasalahan yang tidak bisa teratasi sendiri, cukup dengan memanggil nama
Mangku Karata saja, maka dengan kekuatan gaib Beliau akan turun dan membantu orang yang lagi kesulitan.
Jumat, 10 Juni 2016
TEORI SOIAL BUDAYA PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT DAN LUAR MASYARAKAT
PAPER
TEORI SOIAL BUDAYA
PERUBAHAN SOSIAL DALAM
MASYARAKAT DAN LUAR MASYARAKAT

Oleh:
Nama
: ALPI SISWANTO
NIM :
15 11 005
Prodi :
Magister Pendidikan Agama Hindu
Semester :
II (Dua)
Jenjang :
Strata Dua (S.2)
SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU NEGERI
TAMPUNG
PENYANG ( STAHN-TP )
PALANGKA RAYA
2016
I. PENDAHULUAN
Kehidupan, setiap masyarakat pasti mengalami perubahan-perubahan. Tidak
ada sekelompok masyarakat pun yang tidak berubah. Perubahan tersebut dapat
terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, misalnya dalam bidang politik,
ekonomi, sosial, maupun perubahan yang berkaitan dengan kebudayaan. Perubahan
yang terjadi dalam bidang sosial pada suatu masyarakat sering dikenal dengan
istilah perubahan sosial.
Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat ini dipengaruhi
oleh banyak faktor dan juga perubahannya dapat menuju ke arah yang positif
maupun menuju arah yang negatif. Dalam hal ini, berarti perubahan dapat membuat
lebih baik, namun juga sebaliknya. Tentunya perubahan sosial yang terjadi
dipengaruhi oleh berbagai faktor dan mempunyai berbagai dampak bagi kehidupan
masyarakat. Dan para ahli mempunyai pendapat yang berbeda tentang perubahan
sosial tersebut. Oleh karena itu, melalui makalah ini, kami ingin mengetahui
bagamaina pendapat para ahli mengenai perubahan sosial dan contoh perubahan
yang terjadi dalam lingkungan masyarakat.
Menggali semuaini penulis mengunakan metode keperpustakaan dan di dukung dari
halis browsing enternet, dimana mengutip yang ada hubungannya dengan makalah
ini.
II. PEMBAHASAN
A. Definisi Perubahan Sosial
Para sosiolog dan antropolog mempunyai pendapat yang berbeda mengenai perubahan
sosial. Berikut ini adalah para ahli beserta pendapat mereka mengenai
perubahan sosial
yaitu:
Mac Iver (1937: 272),
mengartikan bahwa perubahan sosialsebagai perubahan dalam hubungan sosial
(perubahan yangdikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki) atausebagai
perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium)hubungan sosial.
Gillin dan Gillin (1957: 279), mengartikan perubahan sosiala dalah suatu variasi
dari cara hidup yang telah diterima, baikkarena perubahan-perubahan kondisi
geografis, kebudayaanmaterial, komposisi penduduk, dan ideologi maupun
karenaadanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalammasyarakat.
Selo Soemardjan (1962: 379),
merumuskan perubahan sosial sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem sosialnya,
termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara
kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Samuel Koenig (1957: 279),
mengatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang
terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi dapat
disebabkan oleh faktor intern dan ekstern.
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari
gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang bersifat individual
sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi
terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya
relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai, norma, pranata,
dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia, organisasi atau
komunitas, termasuk perubahan dalam hal budaya.
Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut :
1) Perubahan dalam arti
kemajuan (progress) atau menguntungkan.
2) Perubahan dalam arti
kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang menguntungkan
bagi masyarakat.
Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan, masyarakat
akan berkembang. Sebaliknya, perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan
masyarakat mengalami kemunduran.
Adanya pengenalan teknologi, cara mencari nafkah, migrasi, pengenalan
ide baru, dan munculnya nilai -nilai sosial baru untuk melengkapi ataupun
menggantikan nilai – nilai sosial yang lama merupakan beberapa contoh perubahan
sosial dalam aspek kehidupan. Dengan kata lain, perubahan sosial merupakan
suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda dari keadaan sebelumnya.
Ada dua faktor yang dapat menyebabkan terjadi perubahan sosial, yaitu
faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan juga faktor yang berasal dari
luar masyarakat. Faktor yang bersumber dari masyarakat itu sendiri meliputi :
bertambah atau berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru,
pertentangan-pertentangan dalam masyarakat, dan terjadinya pemberontakan atau
resolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri. Sedangkan, faktor yang berasal
dari luar masyarakat meliputi: sebab-sebab yang berasal dari lingkungan fisik
yang ada di sekitar manusia, peperangan dengan negara lain, dan pengaruh
kebudayaan lain.
Selain adanya faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial,
adapula faktor yang mendorong dan juga menghambat perubahan sosial. Faktor yang
mendorong terjadinya perubahan yaitu: kontak dengan kebudayaan lain, sistem pendidikan
yang lebih maju, sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan
untuk maju, toleransi, sistem lapisan masyarakat yang terbuka, penduduk yang
heterogen, ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu,
orientasi ke muka, dan juga nilai meningkatkan taraf hidup.
Faktor yang menghambat terjadinya perubahan
soaial adalah: kurangnya hubungan dengan masyarakat lain, perkembangan ilmu
pengetahuan yang terlambat, sikap masyarakat yang tradisionalistis, adanya
kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat, rasa takut akan
terjadinya kegoyahan kebudayaan, prasangka terhadap hal-hal yang baru, hambatan
ideologis, kebiasaan dan nilai pasrah.
B.
Tipe-tipe Perubahan
Sosial
Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya dapat
dibagi menjadi beberapa bentuk. Beberapa bentuk perubahan sosial menurut Soekanto, yaitu sebagai berikut:
1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan terjadi secara lambat akan mengalami rentetan perubahan yang
saling berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama. Perkembangan perubahan
ini termasuk dalam evolusi. Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan
batas waktu yang telah lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa
sekarang yang sedang berjalan. Adapun penentuan kapan perubahan tersebut
terjadi, bergantung pada orang yang bersangkutan.
Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau
sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat, perubahan itu dinamakan revolusi.
Contohnya, Revolusi Industri di Eropa. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan
besar-besaran dalam proses produksi barang-barang industri. Contoh lain
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan kenegaraan dan sistem
pemerintahan NKRI.
2. Perubahan
yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan yang Pengaruhnya
Besar
Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang memengaruhi
unsur-unsur kehidupan masyarakat. Akan tetapi, perubahan ini dianggap tidak
memiliki arti yang penting dalam struktur sosial. Contohnya, perubahan mode pakaian
yang tidak melanggar nilai sosial. Perubahan yang pengaruhnya besar adalah
perubahan yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga yang ada pada masyarakat.
Misalnya, perubahan sistem pemerintahan yang memengaruhi tatanan kenegaraan
suatu bangsa.
3. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang
Tidak Dikehendaki
Perubahan yang dikehendaki (intended-change) atau
disebut juga perubahan yang direncanakan (planned-change) merupakan
perubahan yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang
memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. Misalnya, penerapan program
Keluarga Berencana (KB) untuk membentuk keluarga kecil yang sejahtera dan
menurunkan angka pertumbuhan penduduk.
Perubahan yang tidak dikehendaki (unintended-change)atau
disebut juga perubahan yang tidak direncanakan (unplanned-change) umumnya
beriringan dengan perubahan yang dikehendaki. Misalnya adanya pembuatan jalan
baru yang melalui suatu desa maka sumber alam desa akan mudah dipasarkan ke
kota. Dengan demikian, tingkat kesejahteraan penduduk desa akan meningkat.
Meskipun begitu lancarnya hubungan desa dengan kota menyebabkan mudahnya
penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama yang
bersifat negatif, seperti mode yang dipaksakan, minuman keras, VCD porno, dan
keinginan penduduk desa untuk memiliki barang-barang mewah.
C.
Perubahan Sosial
yang Terjadi di Masyarakat
Sekarang ini banyak sekali perilaku yang menunjukkan perubahan sosial
yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Di lingkungan tempat tinggal saya pun
terjadi berbagai macam perubahan sosial, seperti:
1. Perubahan Jumlah Penduduk
Dahulu, sepasang suami istri memiliki anak yang lebih dari dua, misalnya
lima, atau enam bahkan lebih. Dengan adanya program Kelurga Berencana (KB),
saat ini sepasang suami istri hanya mempunyai 2 orang anak. Selain dipengaruhi
oleh kelahiran perubahan jumlah penduduk di lingkungan saya juga
disebabkan oleh adanya kematian dan juga perpindahan penduduk. Banyak
masyarakat yang berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan tetapi juga
sebaliknya banyak penduduk yang dari kota berpindah ke desa.
2. Perubahan Kualitas Penduduk
Masyarakat di taun-taun yang lampau hanya menempuh pendidikan sampai
Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah saja, namun sekarang masyarakat telah banyak
yang menempuh pendidikan hingga Perguruan Tinggi. Dengan demikian pengetahuan
yang dimiliki semakin bertambah, hal ini sebagai akaibat positif dengan
terjadinya perubahan.
Akan tetapi, selain memberikan dampak positif bagi kualitas
penduduk, perubahan sosial juga menimbulkan dampak negatif yang berupa
penurunan moral yang dimiliki oleh masyarakat. Penurunan moral ini sering
terjadi pada anak muda, hal ini dapat dilihat pada perilaku yang kurang
sopan dalam masyarakat. Misalnya ketika jalan/lewat di depan warga masyarakat
tanpa memberi salam, berbicara yang kurang sopan kepada orang lain. Selain itu,
banyak juga masyarakat yang tidak mentaati peraturan yang berlaku dalam
lingkungan masyarakat. Misalnya tentang peraturan lalu lintas.
3. Perubahan Sistem Pemerintahan
Perubahan sisitem pemerintahan yang terjadi dalam negara, juga mempunyai
pengaruh bagi pemerintahan suatu dusun. Misalnya dalam suatu pengambilan
keputusan dalam suatu musyawarah. Di lingkungan tempat tinggal saya pengambilan
keputusan dilakukan melalui demokrasi yaitu melalui musyawarah mufakat.
4. Perubahan Mata Pencaharian
Dahulu, Mata pencaharian penduduk di lingkungan saya sebagaian besar
adalah sebagai petani, namun dengan berjalannya waktu dan berkembangnya
pengetahuan yang mereka miliki, saat ini banyak yang menjadi pegawai negeri,
karyawan suatu perusahaan, dan juga ada yang pergi merantau bekerja ditampat
lain.
5. Perubahan Gaya Hidup
Seiring dengan perkembangan jaman, gaya hidup masyarakat pun berubah.
Saat ini gaya hidup konsumtif sudah menjangkit sampai di lingkungan pedesaan.
Warga masyarakat memiliki keinginan untuk berbelanja yang tinggi. Contoh
perilaku konsumtif masyarakat dapat dilihat misalnya pada gaya berpakaian.
Setiap hari selalu ada model pakain baru yang ditawarkan baik di toko maupun di
pasar. Warga masyarakat yang merasa mampu tentunya tidak ingin ketinggalan.
Selain itu, dengan adanya perubahan sosial, masyarakat mempunyai pandangan
bahwa produk dari luar negeri lebih baik dari pada produk dari dalam negeri.
6. Perubahan karena Adanya Teknologi
Dahulu, para petani di lingkungan tempat tinggal saya masih menggunakan
bantuan tenaga hewan dalam mengerjakan/membajak sawahnya dan juga dibantu oleh
tetangga dalam menanam padi atau tanaman lainnya. Namun saat ini, dengan
berkembangnya teknologi, para petani telah menggunakan traktor dalam membajak
sawah dan juga sudah menggunakan mesin perontok padi untuk mengolah hasil
panenannya.
Selain teknologi dalam bidang pertanian, teknologi yang berkaitan dengan
komunikasi pun berkembang pesat. Dahulu, apabila ingin berkomunikasi jarak jauh
memerlukan waktu yang lama. Akan tetapi, alat komunikasi saat ini sudah
canggih. Misalnya melalui telepon seluler yang saat ini satu orang tidak hanya
memiliki satu alat komunikasi tersebut. Bahkan, sekarang anak usia remaja
bahkan yang masih anak-anak sekalipun telah mengenal apa itu facebook,
email, twitter, dan lain sebagainya.
7. Perubahan Budaya
Perubahan budaya yang terjadi dalam lingkungan masyarakat dapat dilihat
pada perilaku anak muda saat ini. Banyak yang meniru trend-trend atau
budaya masyarakat barat, misalnya cara berpakaian. Sekarang ini, jarang sekali
anak muda yang mau mengenakan pakaian adat Jawa (Jogja), begitupun dalam acara
pernikahan. Mereka bilang terlalu ribet.
Selain itu, contoh-contoh hasil kebudayaan
seperti, angklung, gamelan, kesenian ketoprak, lagu-lagu tradisional tidak lagi
diminati oleh masyarakat. Bahkan ada warga yang tidak mengetahui kebudayaan
daerah tempat tinggalnya sendiri. Sekarang ini, keberadaan kesenian-kesenian
tersebut telah tergantikan oleh adanya lagu-lagu pop, rock, dan lain
sebagainya.
D.
Perubahan Sosial
yang Terjadi di Luar Masyarakat
Perubahan sosial budaya juga dapat
terjadi karena unsur dan luar masyarakat seperti faktor geografis, kbudayaan,
dan politik. Pengaruh luar masyarakat merupakan hal yang wajar dalam perubahan sosial budaya di masyarakat. Pengaruh dan luar masyarakat tersebut
adalah sebagai berikut:
a. Pengaruh Lingkunyan Alam
Pengaruh lingkungan alam sangat berpengaruh dalam terjadinya perubahan sosial budaya. Misalnya, tanah yang subur dapat
berguna untuk lahan pertanian sehingga masyarakat di daerah tersebut memiliki
usaha sebagai petani . Kebudayaan di tanah subur pun tidak lepas dan kehidupan
sosial sebagai petani sehingga kebudayaan tetap berhubungan dengan bidang
pertanian.
b. Kebudayaan Masyarakat Lain
Kontak kebudayaan antar masyarakat mempunyai dampak yang positif dan
negatif. Contohnya, kontak
kebudayaan bangsa Indonesia dengan bangsa Barat (Eropa). Pengaruh positif
berupa transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan pengaruh negatif
berupa pola hidup kebarat-baratan (westernis) sekelompok anak muda.
c. Peperangan
Peperangan akan menyebabkan pengaruh negative terhadap sebuah aspek
kehidupan masyarakat. Misalnya, perang
irak yang membawa derita dan trauma berkepanjangan bagi rakyat irak.
III. PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari
gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang bersifat individual sampai
yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan,
dalam hal ini masyarakat akan berkembang. Sebaliknya, perubahan sosial juga
dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran.
Banyak ahli yang mengungkapkan pendapatnya mengenai perubahan sosial.
Diantaranya Mac Iver ,
Selo Soemardjan, , Gillin dan Gillin, dan masih banyak ahli lainnya. Salah satu
pandangan yang paling dikenal oleh masyarakat yaitu pendapat Selo
Soemardjan (1962: 379) yang merumuskan perubahan sosial sebagai
segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat,
yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan
pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Ada tiga (3) bentuk atau tipe perubahan sosial. Tipe-tipe tersebut
adalah: perubahan lambat dan perubahan cepat, perubahan yang
dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki, dan perubahan yang
pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar.
Perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat adalah sebagai
berikut : perubahan jumlah penduduk, perubahan gaya hidup, perubahan mata
pencaharian, perubahan kualitas penduduk, perubahan peraturan, perubahan karena
adanya teknologi, dan perubahan budaya.
Sedangkan perubahan sosial
yang terjadi di luar masyarakat yaitu, Pengaruh lingkungan Alam, Pengaruh Masyarakat
lain,
dan Peperangan.
B.
SARAN
Karena masyarakat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
terjadinya perubahan sosial, maka :
1.
Sebaiknya
masyarakat mendukung perubahan ke arah kemajuan dan juga ikut berperan aktif
untuk mewujudkan masyarakat yang berkembang untuk lebih maju.
2.
Walaupun
sudah terjadi perubahan (perkembangan jaman), sebaiknya warga masyarakat tidak
melupakan kebudayaan peninggalan nenek moyang dan sebaiknya melestarikan
kebudayaan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu
Pengantar. Jakarta : Rajawali Pers.
Sugihen, Bahrein T. 1994. Sosiologi
Pedesaan. Jakarta : Rajawali Pers.
Waluya, Bagja. Sosiologi 3. 2009. Menyelami
Fenomena Sosial di Masyarakat Untuk Kelas XII. Jakarta : Pusat
Perbukuan Depdiknas.
Veeger, Karel J, dkk. 1997. Pengantar
Sosiologi. Jakarta : Victory Jaya Abadi.
Giddens, Anthony, dkk. 2009. Sosiologi
Sejarah dan Berbagai Pemikirannya. Yogyakarta : Kreasi Wacana
http://www.artikelsiana.com/2014/09/macam-macam-perubahan-dari-dalam-dan.html#
TEORI SOIAL BUDAYA PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT DAN LUAR MASYARAKAT
PAPER
TEORI SOIAL BUDAYA
PERUBAHAN SOSIAL DALAM
MASYARAKAT DAN LUAR MASYARAKAT

Oleh:
Nama
: ALPI SISWANTO
NIM :
15 11 005
Prodi :
Magister Pendidikan Agama Hindu
Semester :
II (Dua)
Jenjang :
Strata Dua (S.2)
SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU NEGERI
TAMPUNG
PENYANG ( STAHN-TP )
PALANGKA RAYA
2016
I. PENDAHULUAN
Kehidupan, setiap masyarakat pasti mengalami perubahan-perubahan. Tidak
ada sekelompok masyarakat pun yang tidak berubah. Perubahan tersebut dapat
terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, misalnya dalam bidang politik,
ekonomi, sosial, maupun perubahan yang berkaitan dengan kebudayaan. Perubahan
yang terjadi dalam bidang sosial pada suatu masyarakat sering dikenal dengan
istilah perubahan sosial.
Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat ini dipengaruhi
oleh banyak faktor dan juga perubahannya dapat menuju ke arah yang positif
maupun menuju arah yang negatif. Dalam hal ini, berarti perubahan dapat membuat
lebih baik, namun juga sebaliknya. Tentunya perubahan sosial yang terjadi
dipengaruhi oleh berbagai faktor dan mempunyai berbagai dampak bagi kehidupan
masyarakat. Dan para ahli mempunyai pendapat yang berbeda tentang perubahan
sosial tersebut. Oleh karena itu, melalui makalah ini, kami ingin mengetahui
bagamaina pendapat para ahli mengenai perubahan sosial dan contoh perubahan
yang terjadi dalam lingkungan masyarakat.
Menggali semuaini penulis mengunakan metode keperpustakaan dan di dukung dari
halis browsing enternet, dimana mengutip yang ada hubungannya dengan makalah
ini.
II. PEMBAHASAN
A. Definisi Perubahan Sosial
Para sosiolog dan antropolog mempunyai pendapat yang berbeda mengenai perubahan
sosial. Berikut ini adalah para ahli beserta pendapat mereka mengenai
perubahan sosial
yaitu:
Mac Iver (1937: 272),
mengartikan bahwa perubahan sosialsebagai perubahan dalam hubungan sosial
(perubahan yangdikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki) atausebagai
perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium)hubungan sosial.
Gillin dan Gillin (1957: 279), mengartikan perubahan sosiala dalah suatu variasi
dari cara hidup yang telah diterima, baikkarena perubahan-perubahan kondisi
geografis, kebudayaanmaterial, komposisi penduduk, dan ideologi maupun
karenaadanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalammasyarakat.
Selo Soemardjan (1962: 379),
merumuskan perubahan sosial sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem sosialnya,
termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara
kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Samuel Koenig (1957: 279),
mengatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang
terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi dapat
disebabkan oleh faktor intern dan ekstern.
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari
gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang bersifat individual
sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi
terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya
relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai, norma, pranata,
dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia, organisasi atau
komunitas, termasuk perubahan dalam hal budaya.
Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut :
1) Perubahan dalam arti
kemajuan (progress) atau menguntungkan.
2) Perubahan dalam arti
kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang menguntungkan
bagi masyarakat.
Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan, masyarakat
akan berkembang. Sebaliknya, perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan
masyarakat mengalami kemunduran.
Adanya pengenalan teknologi, cara mencari nafkah, migrasi, pengenalan
ide baru, dan munculnya nilai -nilai sosial baru untuk melengkapi ataupun
menggantikan nilai – nilai sosial yang lama merupakan beberapa contoh perubahan
sosial dalam aspek kehidupan. Dengan kata lain, perubahan sosial merupakan
suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda dari keadaan sebelumnya.
Ada dua faktor yang dapat menyebabkan terjadi perubahan sosial, yaitu
faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan juga faktor yang berasal dari
luar masyarakat. Faktor yang bersumber dari masyarakat itu sendiri meliputi :
bertambah atau berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru,
pertentangan-pertentangan dalam masyarakat, dan terjadinya pemberontakan atau
resolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri. Sedangkan, faktor yang berasal
dari luar masyarakat meliputi: sebab-sebab yang berasal dari lingkungan fisik
yang ada di sekitar manusia, peperangan dengan negara lain, dan pengaruh
kebudayaan lain.
Selain adanya faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial,
adapula faktor yang mendorong dan juga menghambat perubahan sosial. Faktor yang
mendorong terjadinya perubahan yaitu: kontak dengan kebudayaan lain, sistem pendidikan
yang lebih maju, sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan
untuk maju, toleransi, sistem lapisan masyarakat yang terbuka, penduduk yang
heterogen, ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu,
orientasi ke muka, dan juga nilai meningkatkan taraf hidup.
Faktor yang menghambat terjadinya perubahan
soaial adalah: kurangnya hubungan dengan masyarakat lain, perkembangan ilmu
pengetahuan yang terlambat, sikap masyarakat yang tradisionalistis, adanya
kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat, rasa takut akan
terjadinya kegoyahan kebudayaan, prasangka terhadap hal-hal yang baru, hambatan
ideologis, kebiasaan dan nilai pasrah.
B.
Tipe-tipe Perubahan
Sosial
Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya dapat
dibagi menjadi beberapa bentuk. Beberapa bentuk perubahan sosial menurut Soekanto, yaitu sebagai berikut:
1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan terjadi secara lambat akan mengalami rentetan perubahan yang
saling berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama. Perkembangan perubahan
ini termasuk dalam evolusi. Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan
batas waktu yang telah lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa
sekarang yang sedang berjalan. Adapun penentuan kapan perubahan tersebut
terjadi, bergantung pada orang yang bersangkutan.
Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau
sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat, perubahan itu dinamakan revolusi.
Contohnya, Revolusi Industri di Eropa. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan
besar-besaran dalam proses produksi barang-barang industri. Contoh lain
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan kenegaraan dan sistem
pemerintahan NKRI.
2. Perubahan
yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan yang Pengaruhnya
Besar
Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang memengaruhi
unsur-unsur kehidupan masyarakat. Akan tetapi, perubahan ini dianggap tidak
memiliki arti yang penting dalam struktur sosial. Contohnya, perubahan mode pakaian
yang tidak melanggar nilai sosial. Perubahan yang pengaruhnya besar adalah
perubahan yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga yang ada pada masyarakat.
Misalnya, perubahan sistem pemerintahan yang memengaruhi tatanan kenegaraan
suatu bangsa.
3. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang
Tidak Dikehendaki
Perubahan yang dikehendaki (intended-change) atau
disebut juga perubahan yang direncanakan (planned-change) merupakan
perubahan yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang
memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. Misalnya, penerapan program
Keluarga Berencana (KB) untuk membentuk keluarga kecil yang sejahtera dan
menurunkan angka pertumbuhan penduduk.
Perubahan yang tidak dikehendaki (unintended-change)atau
disebut juga perubahan yang tidak direncanakan (unplanned-change) umumnya
beriringan dengan perubahan yang dikehendaki. Misalnya adanya pembuatan jalan
baru yang melalui suatu desa maka sumber alam desa akan mudah dipasarkan ke
kota. Dengan demikian, tingkat kesejahteraan penduduk desa akan meningkat.
Meskipun begitu lancarnya hubungan desa dengan kota menyebabkan mudahnya
penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama yang
bersifat negatif, seperti mode yang dipaksakan, minuman keras, VCD porno, dan
keinginan penduduk desa untuk memiliki barang-barang mewah.
C.
Perubahan Sosial
yang Terjadi di Masyarakat
Sekarang ini banyak sekali perilaku yang menunjukkan perubahan sosial
yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Di lingkungan tempat tinggal saya pun
terjadi berbagai macam perubahan sosial, seperti:
1. Perubahan Jumlah Penduduk
Dahulu, sepasang suami istri memiliki anak yang lebih dari dua, misalnya
lima, atau enam bahkan lebih. Dengan adanya program Kelurga Berencana (KB),
saat ini sepasang suami istri hanya mempunyai 2 orang anak. Selain dipengaruhi
oleh kelahiran perubahan jumlah penduduk di lingkungan saya juga
disebabkan oleh adanya kematian dan juga perpindahan penduduk. Banyak
masyarakat yang berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan tetapi juga
sebaliknya banyak penduduk yang dari kota berpindah ke desa.
2. Perubahan Kualitas Penduduk
Masyarakat di taun-taun yang lampau hanya menempuh pendidikan sampai
Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah saja, namun sekarang masyarakat telah banyak
yang menempuh pendidikan hingga Perguruan Tinggi. Dengan demikian pengetahuan
yang dimiliki semakin bertambah, hal ini sebagai akaibat positif dengan
terjadinya perubahan.
Akan tetapi, selain memberikan dampak positif bagi kualitas
penduduk, perubahan sosial juga menimbulkan dampak negatif yang berupa
penurunan moral yang dimiliki oleh masyarakat. Penurunan moral ini sering
terjadi pada anak muda, hal ini dapat dilihat pada perilaku yang kurang
sopan dalam masyarakat. Misalnya ketika jalan/lewat di depan warga masyarakat
tanpa memberi salam, berbicara yang kurang sopan kepada orang lain. Selain itu,
banyak juga masyarakat yang tidak mentaati peraturan yang berlaku dalam
lingkungan masyarakat. Misalnya tentang peraturan lalu lintas.
3. Perubahan Sistem Pemerintahan
Perubahan sisitem pemerintahan yang terjadi dalam negara, juga mempunyai
pengaruh bagi pemerintahan suatu dusun. Misalnya dalam suatu pengambilan
keputusan dalam suatu musyawarah. Di lingkungan tempat tinggal saya pengambilan
keputusan dilakukan melalui demokrasi yaitu melalui musyawarah mufakat.
4. Perubahan Mata Pencaharian
Dahulu, Mata pencaharian penduduk di lingkungan saya sebagaian besar
adalah sebagai petani, namun dengan berjalannya waktu dan berkembangnya
pengetahuan yang mereka miliki, saat ini banyak yang menjadi pegawai negeri,
karyawan suatu perusahaan, dan juga ada yang pergi merantau bekerja ditampat
lain.
5. Perubahan Gaya Hidup
Seiring dengan perkembangan jaman, gaya hidup masyarakat pun berubah.
Saat ini gaya hidup konsumtif sudah menjangkit sampai di lingkungan pedesaan.
Warga masyarakat memiliki keinginan untuk berbelanja yang tinggi. Contoh
perilaku konsumtif masyarakat dapat dilihat misalnya pada gaya berpakaian.
Setiap hari selalu ada model pakain baru yang ditawarkan baik di toko maupun di
pasar. Warga masyarakat yang merasa mampu tentunya tidak ingin ketinggalan.
Selain itu, dengan adanya perubahan sosial, masyarakat mempunyai pandangan
bahwa produk dari luar negeri lebih baik dari pada produk dari dalam negeri.
6. Perubahan karena Adanya Teknologi
Dahulu, para petani di lingkungan tempat tinggal saya masih menggunakan
bantuan tenaga hewan dalam mengerjakan/membajak sawahnya dan juga dibantu oleh
tetangga dalam menanam padi atau tanaman lainnya. Namun saat ini, dengan
berkembangnya teknologi, para petani telah menggunakan traktor dalam membajak
sawah dan juga sudah menggunakan mesin perontok padi untuk mengolah hasil
panenannya.
Selain teknologi dalam bidang pertanian, teknologi yang berkaitan dengan
komunikasi pun berkembang pesat. Dahulu, apabila ingin berkomunikasi jarak jauh
memerlukan waktu yang lama. Akan tetapi, alat komunikasi saat ini sudah
canggih. Misalnya melalui telepon seluler yang saat ini satu orang tidak hanya
memiliki satu alat komunikasi tersebut. Bahkan, sekarang anak usia remaja
bahkan yang masih anak-anak sekalipun telah mengenal apa itu facebook,
email, twitter, dan lain sebagainya.
7. Perubahan Budaya
Perubahan budaya yang terjadi dalam lingkungan masyarakat dapat dilihat
pada perilaku anak muda saat ini. Banyak yang meniru trend-trend atau
budaya masyarakat barat, misalnya cara berpakaian. Sekarang ini, jarang sekali
anak muda yang mau mengenakan pakaian adat Jawa (Jogja), begitupun dalam acara
pernikahan. Mereka bilang terlalu ribet.
Selain itu, contoh-contoh hasil kebudayaan
seperti, angklung, gamelan, kesenian ketoprak, lagu-lagu tradisional tidak lagi
diminati oleh masyarakat. Bahkan ada warga yang tidak mengetahui kebudayaan
daerah tempat tinggalnya sendiri. Sekarang ini, keberadaan kesenian-kesenian
tersebut telah tergantikan oleh adanya lagu-lagu pop, rock, dan lain
sebagainya.
D.
Perubahan Sosial
yang Terjadi di Luar Masyarakat
Perubahan sosial budaya juga dapat
terjadi karena unsur dan luar masyarakat seperti faktor geografis, kbudayaan,
dan politik. Pengaruh luar masyarakat merupakan hal yang wajar dalam perubahan sosial budaya di masyarakat. Pengaruh dan luar masyarakat tersebut
adalah sebagai berikut:
a. Pengaruh Lingkunyan Alam
Pengaruh lingkungan alam sangat berpengaruh dalam terjadinya perubahan sosial budaya. Misalnya, tanah yang subur dapat
berguna untuk lahan pertanian sehingga masyarakat di daerah tersebut memiliki
usaha sebagai petani . Kebudayaan di tanah subur pun tidak lepas dan kehidupan
sosial sebagai petani sehingga kebudayaan tetap berhubungan dengan bidang
pertanian.
b. Kebudayaan Masyarakat Lain
Kontak kebudayaan antar masyarakat mempunyai dampak yang positif dan
negatif. Contohnya, kontak
kebudayaan bangsa Indonesia dengan bangsa Barat (Eropa). Pengaruh positif
berupa transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan pengaruh negatif
berupa pola hidup kebarat-baratan (westernis) sekelompok anak muda.
c. Peperangan
Peperangan akan menyebabkan pengaruh negative terhadap sebuah aspek
kehidupan masyarakat. Misalnya, perang
irak yang membawa derita dan trauma berkepanjangan bagi rakyat irak.
III. PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari
gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang bersifat individual sampai
yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan,
dalam hal ini masyarakat akan berkembang. Sebaliknya, perubahan sosial juga
dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran.
Banyak ahli yang mengungkapkan pendapatnya mengenai perubahan sosial.
Diantaranya Mac Iver ,
Selo Soemardjan, , Gillin dan Gillin, dan masih banyak ahli lainnya. Salah satu
pandangan yang paling dikenal oleh masyarakat yaitu pendapat Selo
Soemardjan (1962: 379) yang merumuskan perubahan sosial sebagai
segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat,
yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan
pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Ada tiga (3) bentuk atau tipe perubahan sosial. Tipe-tipe tersebut
adalah: perubahan lambat dan perubahan cepat, perubahan yang
dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki, dan perubahan yang
pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar.
Perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat adalah sebagai
berikut : perubahan jumlah penduduk, perubahan gaya hidup, perubahan mata
pencaharian, perubahan kualitas penduduk, perubahan peraturan, perubahan karena
adanya teknologi, dan perubahan budaya.
Sedangkan perubahan sosial
yang terjadi di luar masyarakat yaitu, Pengaruh lingkungan Alam, Pengaruh Masyarakat
lain,
dan Peperangan.
B.
SARAN
Karena masyarakat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
terjadinya perubahan sosial, maka :
1.
Sebaiknya
masyarakat mendukung perubahan ke arah kemajuan dan juga ikut berperan aktif
untuk mewujudkan masyarakat yang berkembang untuk lebih maju.
2.
Walaupun
sudah terjadi perubahan (perkembangan jaman), sebaiknya warga masyarakat tidak
melupakan kebudayaan peninggalan nenek moyang dan sebaiknya melestarikan
kebudayaan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu
Pengantar. Jakarta : Rajawali Pers.
Sugihen, Bahrein T. 1994. Sosiologi
Pedesaan. Jakarta : Rajawali Pers.
Waluya, Bagja. Sosiologi 3. 2009. Menyelami
Fenomena Sosial di Masyarakat Untuk Kelas XII. Jakarta : Pusat
Perbukuan Depdiknas.
Veeger, Karel J, dkk. 1997. Pengantar
Sosiologi. Jakarta : Victory Jaya Abadi.
Giddens, Anthony, dkk. 2009. Sosiologi
Sejarah dan Berbagai Pemikirannya. Yogyakarta : Kreasi Wacana
http://www.artikelsiana.com/2014/09/macam-macam-perubahan-dari-dalam-dan.html#
Langganan:
Postingan (Atom)